Doktrin & Mahasiswa
Doktrin. Atau sebuah
pemikiran yang berasal bukan dari dalam benda di balik tempurung kepala kita
sendiri. Sebuah kata yang sepertinya sangat melekat dengan Mahasiswa. Awalnya
aku tidak percaya jika Mahasiswa bisa menerima pemikiran orang lain tanpa memilah
atau memilihnya terlebih dahulu, tanpa mengatakan “Apakah itu benar” sebelum
menerima sebuah doktrin begitu saja. Tapi dugaanku salah. Banyak Mahasiswa yang
terlalu bermental anak TK untuk dikatakan Mahasiswa. Bahkan kadang aku berpikir
jika anak TK mungkin lebih kritis dengan Mahasiswa sekarang. Anak TK lebih
sering bertanya “Kenapa” dibanding Mahasiswa sekarang yang lebih suka
mengiyakan saja perkataan orang lain (Senior atau Dosen). Dengan dalil, supaya
cepat selesai masalahnya. Bukankah kita Mahasiswa seharusnya kritis. Atau sudah
hilangkan konsep kritis dalam jiwa Mahasiswa jaman sekarang ?
Akhir-akhir ini
Mahasiswa cenderung mencari aman saja. Tanpa ingin berpikir. Mahasiswa sekarang
sudah jauh dari kata kritis. Terbukti dari setiap obrolan yang ada di kantin
kampus atau lorong-lorong kelas. Mahasiswa jaman sekarang tak lagi memiliki
konsep atas apa yang ia pikirkan, kebanyakan bahkan menabikan seorang senior
yang intregritasnya bisa dipertanyakan. Tapi apa. Tak ada Mahasiswa yang
mempertanyakan atau mempermasalahkan masukan dari senior-seniornya, semua hanya
mengiyakan saja konsep yang dimasukan ke dalam otak mereka. Mahasiswa jaman
sekarang. Mungkin ada beberapa point yang benar dari perkataan senior-senior
kita, tapi apakah mereka tidak memiliki kesalahan dalam berpikir. Tentu punya.
Jadi kenapa kita hanya mengiyakan semua perkataannya tanpa mau mengakatan atau
mempertanyakan “Apakah itu benar”. Itu pula yang semakin membuat aku yakin jika
Mahasiswa sekarang jauh dari kata kritis.
Semua semakin terasa
jika doktrin memang ada, tak kala aku berbincang dengan beberapa anggota
organisasi di kampus, mereka selalu berkata “Kata senior A kan begini”. Saat
mendiskusikan sesuatu, baik itu mengenai acara yang akan dilaksanakan atau apun
yang berkaitan dengan organisasi tersebut. Aku bingung kenapa mereka tidak
berkata atas apa yang mereka pikirkan atau mungkin mereka tidak mengerti dengan
apa yang mereka kerjakan, kenapa mereka dengan sangat mudah mengiyakan doktrin dari senior-senior mereka. Atau
mungkin mereka tidak bisa berpikir. Aku tidak membenci mereka anggota
organisasi kampus. Aku hanya benci tak kala mereka mengeksklusifkan diri
sebagai anggota organisasi, dan hanya mengikuti perkataan dari alumni
organisasi itu sendiri.
Senior bahkan Dosen
sekalipun bukanlah Nabi atau Dewa yang selalu benar. Pemikiran mereka bukan
tanpa cela, kita hanya perlu memilah dan memilih mana yang benar dan mana yang
salah. Jangan hanya mengiyakan dan menjalankan semua perkataan dari senior atau
dosen. Kita juga perlu bertindak atas apa yang kita pikirkan dan yang kita
yakini benar. Jangan jadi kerbau dungu yang mengikuti saja perintah gembalanya.
Kita adalah Mahasiswa, kaum intelektual. Kaum yang memiliki pemikirannya
sendiri. Kaum yang bisa dan sudah seharusnya bisa berpikir. Mulailah
mempertanyakan apa yang dikatakan orang lain. Jangan hanya menerima
mentah-mentah begitu saja pemikirannya.
Stop pembodohan
Mahasiswa. biarkan kami berpikir, memilih dan memutuskan tanpa sebuah doktrin
apapun
Komentar
Posting Komentar