IBUKU DIPERKOSA WAKTU
Ibuku
diperkosa waktu
Ibuku
menangis diujung jaman
Tangisannya
ringkih. Menusuk. Menghujam !
Ibuku
! ibuku diperkosa waktu
Kebaya
putihnya pun kini lusuh
Bajingan
! Bangsat ! kalian kalian
Kalian
yang mengaku saudaraku. Kalian yang hanya diam begitu
Ibuku
! ibu kalian ! ibu kami. Ibu kita. diperkosa jaman
Tak
perdulikah kalian ?
Kebaya
itu kini berganti kain setengah belum jadi
Bajingan
! atau memangkah pelacur kalian
Ibu
kita !!! ibu kita diperkosa waktu. Bangsat !
Kini
ibu kita setengah mati menangis. Air matanya berkarat
Masa
lalu kita berjaya, saudara. Ibu kita masih perawan.
Kini
kebaya itu lusuh. Cuma rencana mengawang yang ada
Sorak-sorak
hingga serak pemuda idealis terdengar
Teriakannya
meneriaki reformasi hingga gemetar.
Munafik
! itu dulu bajingan. Ibu kita kini diperkosa
Tak
ada lagi pemuda yang mengaku saudara yang berteriak
Mereka
kini lebih sibuk dengan gaya liberalnya hingga berkerak
Mari
saudaraku. Mari kira bergerak. Basuh luka ibu yang lara itu.
Untuk kalian merasa saudaraku. Anak-anak
dari Ibu Pertiwi itu.
Tangerang. 15 Mei 2014
22:25 WIB
Komentar
Posting Komentar