Aku, Kapitalisme dan Kereta Belanja

Satu hal yang aku pelajari malam ini adalah, setaiap manusia akan mempersiapkan diri seindah dan serapih mungkin, sekedar hanya untuk memajang diri pada etalase-etalase waktu, di tempat yang terang lampunya, di tempat yang penuh dengan topeng-topeng palsu, di tempat dengan suguhan senyum tak ikhlas.

Di tempat ini setiap manusia akan berlomba, berlomba mendorong kereta belanja, menjinjing plastik belanja atau berlomba untuk sesuatu yang mungkin orang diluar sana tak berani memimpikannya.

Lalu pada akhirya semua berujung pada kontemplasi semuku, dilema dimana aku sendiri berada disana, tempat yang tak pernah nyaman aku berada.

Komentar

Postingan Populer