DULU
Dulu
Berbaring,
lalu ku pandangi kumpulan air bernama awan
berlari,
lalu ku pergi tembus hempasan angin
Aku.
Aku yang dulu berteman sepi
terlalu
sepi, bahkan detak jantung terlalu bising di telinga ini
Dalam
sepi ku dulu sempat aku melacur pada dunia
memijakkan
kaki pada rapuhnya pondasi
berlari
diatas tipisnya harapan hidup
seolah
hidup hanya menunggu mati
Dari
berjuta kata dan nada bahkan sastra yang ku tau hanya 1 kata “sedih”
luka
menganga, robek berdarah lalu bernanah
lalu
harapan ada
aku
sematkan pada jiwa “tak ada luka yang tadi bisa di obati”
Loike,
18 des 2013
Komentar
Posting Komentar