SEBUAH DUNIA KALA MALAM
Malam
adalah sebuah dimensi dimana gerbang dunia yang terang terbuka lebar. Sangat
lebar hingga mata tak sanggu melihat kedua sisi gerbang itu berada. Aku adalah
seorang pengelana dunia terang itu kala malam. Aku bersama sebuah zat bernama
imajinasi. Aku tak membutuhkan kaki untuk melangkah atau tangan untuk menggapai
sesuatu. Yang aku butuhkan hanyalah sebuah otak yang berisikan zat bernama
imajinasi.
Dalam dunia terang kala
malam tidak ada kegelisahan, atau ketakutan akan ketiadaan. Bahkan tidak ada
isak tangis atas air mata cinta yang sia-sia. Dunia terang kala malam dihuni
oleh manusia-manusia yang terlanjang. Terlanjang dari pakaian jaman. Aku tak
sempat memikirkan apapun disana, bahkan untuk memikirkan kaki mana yang harus
aku gerakan untuk melangkah pun aku tak sempat. Dunia dimana kita bisa
memikirkan hal yang tak pernah dipikirkan.
Terdapat sebuah lorong
hitam nan pekat dalam dunia terang kala malam, lorong yang sangat panjang,
terlalu panjang untuk dipikirkan. Disana terdapat sebuah lolong kesedihan dari
manusia yang selalu bertanya dan takut akan hal yang tak perlu ditakutkan.
Manusia yang selalu membedakan manusia lain tanpa melihatnya terlebih dahulu.
Aku sering melihat seorang manusia yang baru saja masuk ke dalam dunia terang
kala malam yang terseret kedalam lorong pekat tersebut. Manusia yang diseret
tersebut adalah manusia yang selalu bertanya dan menakuti hal yang tak perlu
ditakuti
Lolong dari lorong
tersebuh sungguh pekik dan pelik ditelinga. Nadanya tinggi hingga cukup membuat
pengang. Jangan menanyakan hal yang tak perlu ditanyakan. Jangan takut dengan
hal yang tak perlu ditakuti, jika kau tak ingin terseret ke dalam sebuah lorong
nan pekat tersebut.
Kita hanya perlu
menikmati dunia tersebut, dunia dimana kau hanya melakukan apa yang kamu suka.
Tak ada tanya, tak ada ketakutan disana. Semua bisa karena ia berkerja sama
dengan zat bernama imajinasi. Dunia terang kala malam terbuka. Mari kita
bertualang.
Komentar
Posting Komentar