SEBUAH PERTANYAAN ?!
kenapa adalah kata yang seharusnya ada di mulut setiap manusia. kata yang seharusnya menjadi sebuah pedang yang terhunus kala sebuah ketidakbenaran menjadi sarapan pagi banyak orang. kenapa kita harus ikut kepada arus globalisme. takut ketinggalan katanya. takut akan apa. aku tanya kenapa ? banyak dari kita yang masih takut untuk bertanya atas apa yang telah direbut dari diri kita sendiri. kenapa kita tak lagi bebas berpikir. kenapa kita tak lagi bisa bebas berekspresi. kenapa harus ada sekat waktu dan ruang hampa di kepala. lalu kenapa kita selalu dipaksa naik keatas tapi tanpa fasilitas. kenapa. tanya begitu.
kita adalah sebuah bahan metah yang siap diolah dalam sebuah pabrik besar bernama "kampus" kita dicetak dan dijadikan sebuah produk yang sama. lalu kenapa kita tetap saja ikut arusnya. takut tak dapat pekerjaan. pekerjaan apa. aku tanya kenapa ? sebuah ketakutan yang kita pelihara hanya melahirkan sebuah kegagalan. kita bisa melakukan apapun yang kita ingin dan bisa kita lakukan. semestinya begitu. lalu kenapa kita berjalan tanpa ada fasilitas. saat kita gagal kita hanya diberikan satu cibiran. tanya kenapa kita tak pernah diberi sebuah fasilitas, tanpa ada sebuah janji manis yang hanya berujung segudang kata tanya.
seharus kita bisa berpikir dengan sebuah daging dan saraf dalam tempurung kepala, tanpa takut akan sebuah cibir dan nada hinaan yang memecahkan gendang telinga. seharusnya. lalu kenapa kita hanya bisa menggerutu. saat sebuah keinginan melebihi sebuah kebutuhan. alhasil kita hanya akan melahirkan generasi yang konsumtif. lalu kenapa kalian selalu mempersalahkan keburukan kita.
aku bertanya atas apa yang kalian pikirkan dari pembicaraan orang lain. aku mempertanyakan kenapa kita begitu suka menilai orang lain melalui apa yang kita dengar bukan yang dari kita lihat sendiri. aku hanya bertanya. bukankah biji mata tidak pernah bohong atas apa yang kita lihat, lalu kenapa kita seolah tutp mata saat melihat kebaikan, dan seolah membuka telinga dengan sangat lebar saat mendengar keburukan orang lain. aku tanya kenapa ?
kita seharusnya berani menanyakan ketidakbenaran dan ketidakadilan, jangan hanya protes dan menggerutu. saat sebuah pertanyaan menjadi sia-sia. hanya ada satu kata "lawan"
kita adalah sebuah bahan metah yang siap diolah dalam sebuah pabrik besar bernama "kampus" kita dicetak dan dijadikan sebuah produk yang sama. lalu kenapa kita tetap saja ikut arusnya. takut tak dapat pekerjaan. pekerjaan apa. aku tanya kenapa ? sebuah ketakutan yang kita pelihara hanya melahirkan sebuah kegagalan. kita bisa melakukan apapun yang kita ingin dan bisa kita lakukan. semestinya begitu. lalu kenapa kita berjalan tanpa ada fasilitas. saat kita gagal kita hanya diberikan satu cibiran. tanya kenapa kita tak pernah diberi sebuah fasilitas, tanpa ada sebuah janji manis yang hanya berujung segudang kata tanya.
seharus kita bisa berpikir dengan sebuah daging dan saraf dalam tempurung kepala, tanpa takut akan sebuah cibir dan nada hinaan yang memecahkan gendang telinga. seharusnya. lalu kenapa kita hanya bisa menggerutu. saat sebuah keinginan melebihi sebuah kebutuhan. alhasil kita hanya akan melahirkan generasi yang konsumtif. lalu kenapa kalian selalu mempersalahkan keburukan kita.
aku bertanya atas apa yang kalian pikirkan dari pembicaraan orang lain. aku mempertanyakan kenapa kita begitu suka menilai orang lain melalui apa yang kita dengar bukan yang dari kita lihat sendiri. aku hanya bertanya. bukankah biji mata tidak pernah bohong atas apa yang kita lihat, lalu kenapa kita seolah tutp mata saat melihat kebaikan, dan seolah membuka telinga dengan sangat lebar saat mendengar keburukan orang lain. aku tanya kenapa ?
kita seharusnya berani menanyakan ketidakbenaran dan ketidakadilan, jangan hanya protes dan menggerutu. saat sebuah pertanyaan menjadi sia-sia. hanya ada satu kata "lawan"
Komentar
Posting Komentar