Cinta dan Agama. (?)

Patah hati adalah hal yang baik untuk seorang pemikir. Menurutku. Memaksa kita untuk melakukan apa yang tidak ingin dilakukan, mereka bilang ini semua emosi yang sesaat. Apanya yang emosi jika ini bicara soal perasaan. Patah hati disebabkan oleh sebuah perasaan yang tak pernah bisa terungkapkan atau tersampaikan. Ada juga beberapa kasus yang lebih parah seperti: Ditolak, diselingkuhi, ditinggal tanpa alasan dan yang terparah adalah tidak ditolak tapi terpaksa berpisah karena perbedaan agama.

Kenapa agama menjadi kendala dalam sebuah percintaan. Bukankah agama itu sendiri yang mengajarkan cinta. Lantas kenapa dua manusia yang berbeda agama tidak boleh saling memiliki kenapa kita begitu peduli dengan urusan yang orang lain pikirkan. Bukankah cinta itu anugerah? cinta adalah sesuatu yang universal, semua manusia bebas memiliki cinta tanpa batasan apapun. Bahkan agama. Jika sebuah hubungan beda agama yang berjalan hingga ke-jenjang pernikahan bukankah itu takdir ? atau mungkin manusia sekarang lebih suka menggantikan posisi Tuhan sehingga berkata jika dua orang yang berbeda agama tidak boleh dan tidak akan bisa bersama.

Mari berpikir sebagai manusia biasa. Bukan manusia yang sok tahu soal agama. Karena menurutku, seorang yang paling taat pun pernah melakukan dosa. Lantas kenapa kita seolah ingin selalu menggurui orang lain, yang kita sendiri tidak tahu kemampuannya sampai mana. Balik lagi ke-cinta. Mungkin banyak orang yang menganggap aku ini egois dengan pendapatku sendiri. Tapi mari coba bayangkan, "Hal paling menyakitkan di dunia ini adalah. Kita tahu orang yang kita cintai pergi bukan karena tidak menginginkan kita, hanya karena berbeda agamanya". Hal yang begitu biasa menurutku. Kenapa agama menjadi masalah dalam hidup. Bukankah agama adalah masalah individu terhadap sesuatu yang ia percaya. Lantas kenapa kita begitu suka mempermasalahkan agama. Atau mungkin kita begitu paham dengan apa yang agama ajarkan. Jangan menggurui apa yang kita sendiri belum mengerti.

Mungkin banyak yang mengaggap ini hanya refleksi dari rasa sakit hati yang mendalam. Namun satu hal yang selalu aku ingin katakan adalah, aku mengikhlaskan sebuah hubungan yang terpisah karena perbedaan agama, karena itu kembali kepada hak individu itu sendiri. Dan cinta tidak harus pada tempatnya. Dia hanya butuh ruang untuk menunggu. Kemudian ia akan terbang mencari tempat singgahnya sendiri.

Ya sedikit qoute "Ada manusia yang bahagia dengan cara yang kita tidak suka, bahkan benci, Lantas, apa lagi yang mau kita perbuat?" Kebahagiaan seseorang datang dengan cara yang mereka suka sendiri, Biarkan mereka sendiri yang menentukannya. Cinta beda agama tidak menjadi masalah jika kita semua berpikir demikian.

Komentar

Postingan Populer