Anggap Saja ini Sampah.

Kuliah. Aku adalah satu dari jutaan anak yang beruntung bisa kuliah, dan aku selalu bersyukur akan itu. Saat kecil aku berpikir jika kuliah selalu idientik dengan mahasiswa berambut gondrong yang hobbynya berorasi di depan istana negara. Pikiran anak-anak begitu polos. Ya setidaknya ungkapan itu betul untuk aku saat kecil. Kini aku adalah seorang mahasiswa salah satu universitas di Jakarta Barat. Aku memang melihat banyak mahasiswa berambut gondrong, dan mahasiswa idealis yang peduli dengan kebudayaan Indonesia atau sistem pendidikannya. tapi jusrtu kaum itu hanyalah minoritas.

Mayoritas mahasiswa adalah mereka yang berlomba untuk bergaya. Ya memang ungkapan ini sedikit sinis adanya. Tapi begitulah kenyataan yang aku lihat, tak jarang aku melihat kaum ‘borju’ di kampus bergaya dengan gadget terbaru atau mobil mewah milik orang tuanya. Kehidupan kampus begitu, kadang membosankan. Dimana aku harus pergi, datang, belajar lalu pulang. Walau memang waktuku lebih banyak habis di kantin kampus. Entah kenapa. aku bukanlah type mahasiswa yang suka belajar di dalam kelas. Materi yang lebih mirip ceramah membuat aku bosan. Ya walaupun banyak mahasiswa menganggap aku ini adalah mahasiswa yang bodoh dan malas. Siapa mereka. Tuhan ? mereka cenderung menilai seseorang dari apa yang mereka lihat saja. Memang perlu aku akui jika nilaiku tidak tinggi, IPK terakhir hanya mendapat 3,00. IPK yang masih tergolong kecil.

Aku adalah type mahasiswa yang berpikir aneh. Ya begitu banyak yang mengatakan itu kepadaku. Aku selalu berpikir jika IPK bukalah penentu masa depan. Lantas kenapa aku bodoh harus berkuliah. Ya sebab di negara ini lebel ‘kuliah’ adalah sebuah formalitas. Jika begitu adanya, betapa tak adilnya negara ini. Banyak mahasiswa yang pandai dalam teori bahkan terlihat seperti kecanduan belajar, tapi begitu di hadapkan pada sebuah praktek mereka seperti kaku dan mati. Lantas pintar sajakah yang membuat kita maju ? aku selalu berpikir demikian. Aku selalu mengatakan pada diriku. ‘lakukan apa yang kamu mau dan yang kamu suka’ pada prinsipnya aku selalu mempertanyakan apa yang tidak aku suka dan menjalankan apa yang aku suka. Egois ? itu adalah prinsip dalam hidup.

Kebosanan akan teori membuat aku ingin muntah. Aku benci matematika aku tidak suka bahasa inggris. Lalu kenapa mereka selalu mencekokiku dengan materi-materi itu. Atau aku yang bodoh menerima saja materi-materi yang tidak aku suka itu. Aku selalu percaya kesuksesan bukan hanya bermodal pintar. Kita butuh sesuatu yang spesial dalam diri kita. lakukan apa yang kamu suka.

Lalu ada type mahasiswa yang normatif. Mereka selalu menjalankan kehidupan mereka dengan sangat normatif. Itu membuatku tambah muak dan jenuh. Ada dari mereka yang mengatakan kita harus berbuat baik kepada sesama. Tapi seusai itu mereka pulang dan tidur siang. Omong kosong. Tindakan mereka hanya di mulut. Itu sama seperti orang yang hanya ‘hafal’ tapi tak pernah mengamalkan hafalannya. Tindakan nyata. Aku lebih suka dengan orang yang sedikit acuh dengan hal normatif tapi banyak bertindak dalam hal normatif. Percayalah ucapan hanya membuat citra sedangkan tindakan membentuk karisma. Lalu mana yang kamu pilih ? sekedar hanya bicara atau mulai bertindak. Banyak anak jalanan yang menunggu kamu.

Aku dan golonganku adalah type mahasiswa yang kurang disukai dosen tapi banyak di kenal. Banyak yang bilang jika type mahasiswa seperti aku adalah type mahasiswa yang sulit diatur dan jusrtu sering menentang. Ya itu harus. Kecuali kamu hanyalah sebuah kendaraan yang senang di kendarai orang lain. Pertanyakan hal yang menurut kamu bodoh. Tentang jika itu bertentangan dengan prinsipmu. Hanya ada satu kata untuk itu “Lawan”

Di akhir opiniku aku ingin menyampaikan. Bodoh bukan berarti tidak bisa melakukan apa-apa, sedangkan pintar bukanlah dewa. Aku ingin berkata ikuti apa yang kamu suka dan tentang apa yang kamu anggap bodoh dan membosankan. Berhenti berbicara normatif mari bertindak nyata. Atau kamu hanya akan menjadi kamu bicara tapi nol tindakan. Menjadi kaum yang mudah di kendarai orang lain dan lupa ingatan akan jati diri sendiri. Kamu bisa melakukan apa yang orang lain tak bisa. Percayalah.


Komentar

Postingan Populer