ARTI KETAKUTAN
Ketakutan.
Satu kata yang mungkin semua orang pernah alami dalam hidupnya. Gue gak pernah
ngerti bagaimana cara ketakutan itu bekerja dalam hidup gue atau mungkin lo
juga. Kadang gue berpikir kenapa kita punya rasa takut dalam diri kita atau
mungkin rasa takut itu yang bikin kita tetap hidup, ya tetap hidup. Takut akan
kelaparan, takut akan kematian, takut akan kesepian, takut akan kesengsaraan,
takut akan kemiskinan atau mungkin takut akan ketakutan itu sendiri.
Takut
idientik dengan pengecut. Gue bukan pengecut, tapi gue punya rasa takut. Kadang
kita manusia senang menilai rasa takut seseorang dari luarnya, tapi buat gue
orang yang begitu justru seorang pengecut yang sesungguhnya. Mereka yang
menilai ketakutan orang lain dari luar lantas memberi lebel pengecut tanpa mau
menilai adalah orang yang sebenarnya takut akan ketakutannya sendiri. Buat gue
orang tipe ini hanyalah seorang pengecut, penakut bahkan sampah.
Mungkin
lo bertanya kenapa gue bikin tulisan ini. Gue cuma mau kita meletakan ketakutan
kita pada tempatnya. Aneh ? menurut gue ketakutan memang harus kita simpan
dalam diri kita, karena buat gue ketakutan yang bikin kita tetap hidup. Tapi lo
juga harus jeli membedakan mana pengecut dan mana yang memang meletakan
ketakutannya pada tempat yang benar. Takut kalo gue gak bisa, takut kalo gue
bakal begini begitu atau takut kalo nanti bakal ada apa-apa. Kenapa kita begitu
takut dengan sesuatu yang tidak ada ? kita harus bisa mengendalikan ketakutan
bukan sebaliknya. Takut gue akan menyesal kalo gue gak nyoba apa yang gue suka.
Menurut gue ketakutan seharusnya begitu. Jangan jadikan ketakutan lo sebagai
penjara hidup buat diri lo sendiri. Lepaskan kungkung belenggu dari kaki dan
tangan lo. Lo bakal dapetin apa yang lo mau, percayalah !
Berontak.
Ketika kita dipasung oleh sebuah aturan yang tidak jelas, ada baiknya lo
berontak. Jangan jadikan ketakutan lo sebagai borgol tak berwujud yang
melingkar di tangan lo. Tapi jangan jadikan sebuah pemberontakan sebagai alasan
lo untuk ngancurin apa yang udah ada dalam hidup lo. Lo cuma butuh lepas
ketakutan dan lawan apa yang lo anggap gak sesuai dengan jalan hidup lo. Fokus
sama apa yang lo kerjain dan jangan pernah takutin apa yang gak pernah ada.
Jangan jadi peramal buat diri sendiri. Kadang kita senang meramal. Dan menurut
gue ketakutan yang salah adalah sebuah ramalan, dan ketika kita masuk dalam
fase meramal diri sendiri, lo bakal mulai takut akan sesuatu yang gak pernah
ada. Mulai menafsirkan segalanya dan mulai menjadi manusia yang pesimis. Semua
ketakuan harus pada tempatnya. Takutlah ketika gak pernah mau nyoba, takutlah
ketika gak pernah mau berusaha, takutlah ketika lo berkata “Ah gue gak bisa”
dan ketika lo bisa takut akan semua itu. Lo bisa dapetin sebuah kemerdekaan
atas penjara hidup yang lo buat sendiri.
Kata
orang gue adalah tipe manusia yang apatis, cuek, dan bodoamatan. Ya mungkin
mereka hakim atau manusia yang gak pernah tau benda bernama kaca. Gue cuma
menjalankan apa yang gue suka dan gue mau, dan buat apa juga gue harus dengerin
kata-kata mereka, toh bukan mereka yang ngasih makan gue. Kadang kita suka
mengatur orang lain padahal diri kita sendiri butuh diperhatiin. Ya maksud gue,
urus aja urusan diri sendiri dan setelah selesai dengan urusan diri sendiri,
kita bahkan gak berhak untuk ngurusin orang lain. Inget ketakutan akan takut
dinilai orang lain akan menghasilkan lebel pengecut dalam diri kita. dan gue
jelas gak mau dianggap pengecut karena suka ngurusin masalah orang lain. Jangan
jadi pengecut.
Berani.
Apasih berani itu ? menurut gue keberanian itu bukan yang lari-lari sambil bawa
ikat pinggang berkepala besi atau geer motor. Tapi kebeneranian adalah ketika
lo, gue atau siapapun bisa lawan ketakutan yang ada dalam diri kita. lawan apa
yang menjadi sebuah kebodohan. Itu adalah sebuah keberanian yang sangat sulit
dicapai manusia manapun. Dan keberanian juga adalah ketika lo berani tampil
beda. Beda dalam artian bukan dari tampilan luar melainkan dari paham dan sudut
pandang. Kenapa harus menilai langit itu biru kalo menurut lo jingga jauh lebih
menyenangkan. Berbeda dengan cara yang bisa diargumentasikan bukan dengan cara
yang sepihak. Dan menerima perbedaan juga sebuah bukti kalo lo udah bisa
melawan ketakuan dalam diri lo yang artinya lo berani.
Jangan
takut dengan sesuatu yang tidak ada, jangan menjadi peramal untuk diri sendiri,
jangan bodoh dalam menyikapi. Melainkan kita harus berani, berani menerima
apapun resiko dari apa yang kita jalani. Lawan ketakutan dalam diri kita
sendiri dan dapatkan apa yang lo mau.
Pesan
untuk kalian yang masih mempertanyakan sebuah ketakutan
Komentar
Posting Komentar