YOHANA

Aku tak tahu harus darimana memulainya. Yang pasti kumpulan kata ini menceritakan tentang sebuah penantianku akan cinta. Banyak sekali yang ingin aku ceritakan mengenai pengalaman cintaku, dari pacaran hanya bertahan 3 hari sampai yang bertahan hingga 1 tahun. Tapi bukan itu yang ingin aku bagikan. Karena semua itu hanyalah bahagian dari puzzel-puzzel hidupku di masa lalu. Setahun lebih aku menjalani predikat “single/jomblo” sebenarnya aku tidak suka predikat itu. Menurutku. Aku hanyalah seorang ‘penanti’. Ya penanti. Karena cinta memiliki siklus yang unik di mataku. Dimana ada penantian, pencarian, mendapatkan lalu kau harus rela melepaskan hingga ada saat untuk mempertahankan pasangan yang paling tepat.

Siklus cintaku memang tidaklah semenarik Romeo & Juliet atau Radit & Jani di film-film atau cerita novel masa kini. Aku hanya seorang pemuda biasa dalam kebiasa-biasaan saja. Tak tampan apalagi kaya. Namun aku cukup memliki cinta untuk seorang wanita bernama Yohana Natasia Simanjuntak. Ya itu nama pacarku sekarang. Aku tak lagi menyandang predikat Jones (Jomblo ngenes) begitu teman-teman aku sering mengejekku. Sudah lebih dari setahun lamanya aku kenal Yohana. Namun baru satu bulan ini aku menjalani masa pacaran bersamanya. Lama memang untuk mengenal apalagi bisa mendapatkannya. Berawal dari salah satu temanku bernama Bea yang memberikanku Pin BB-nya. “nih Ke cewe batak, manis loh” ya samar-samar aku mengingat percakapan itu. Aku bukanlah tipe laki-laki yang pandai untuk mendekati wanita, bahkan kadang aku minder saat mendekati wanita. Ya wajar bila melihat kondisi keuanganku. Aku bagaikan bayangan di kehidupan Yohana. Aku hadir. Hilang. Kemudian hadir lagi dikehidupannya.

Aku masih ingat saat pertama kali aku bertemu dengan dia. Malam itu aku menunggangi sepada motor jupiter z berwarna hitam, mengenakan kaos dan levis berwarna biru dan tak lupa sedikit parfum. Dia mengenakan pakaian serba hitam, entah. Aku pikir ia baru saja pulang melayat dari pemakaman kerabatnya waktu itu. Aku tak banyak berbincang dengan dia. Wajar aku canggung bila dekat dengan wanita yang baru aku lihat wajahnya.  Malam itu dia mengajakku untuk pergi bersama teman-temannya untuk kesatu mall di kawasan Tangerang. Apadaya aku hanya berani untuk mengantarnya hingga ke mall tersebut. Diatas motor kami tidak banyak berbincang, hanya sedikit basa-basi yang keluar dari muluku dengan nada canggung. Sampai disana, ia mengucapkan terimakasi lantas pergi. Aku bagai seorang tukang ojek memang. Bedanya kala itu aku tidak dibayar. Namun senang bisa 30 menit memboncengi gadis manis bernama Yohana itu.

Berbulan-bulan berlalu. Aku tidak tahu persis bulan apa saat itu. Aku lama tak bertukar pesan melalui handphone. Aku tahu dia sudah memiliki pacar baru. Begitu juga aku. Ya untuk apalagi aku menghubungi dia. Mungkin itu pikir dia dalam pikiranku. Tak pernah terkoneksi lagi. Dan akhirnya aku benar-benar berjarak. Ia dengan pacar barunya. Aku juga. Yang aku tahunya dia masuk ke sekolah menengah kejuruan dan mengambil jurusan tata boga kala itu.

Setahun berlalu dengan cepat. Aku sudah menyandang predikat jonesku lagi. Entah kenapa nasib sial selalu bersama kisah cintaku. Berawal dari timeline twitterku yang berisi sebuah akun @yohanatasia yang waktu itu sedang mengupdate status. Dengan basa-basi aku memention dia dengan dalih menanyakan mau masuk universitas mana.
@loiketenggara mau masuk kampus mana yoh ? @yohanatasia
Perbincangan di dunia maya itu berakhir dengan aku yang memberanikan diri untuk meminta kembali pin BBnya yang waktu itu mungkin aku hapus. Tak lama aku kembali bertukar pesan dengan dia. Kali ini aku memiliki perasaan yang cukup kuat. Entah apa itu, yang aku tahu kini aku mencinta dia. Sekitar sebulan atau mungkin dua bulan. Aku kurang ingat pastinya. Aku mulai dekat dengan dia. Kebetulan pula dia masuk ke kampus yang sama dengan kampusku. Aku dengan dia terpaut usia satu tahun dimana aku yang lebih tua. Dia memintaku untuk menemaninya mendaftarkan diri ke bagian humas. Dan itu juga yang menjadikan awal pertemuan aku kembali dengannya. Kini dia berambut pendek dan memiliki tubuh ramping dan tinggi tak lupa wajah manisnya yang membuat aku jatuh cinta.
          
            Aku bukanlah laki-laki pemberani. Aku mengungkapkan perasaanku kepadanya melalui pesan singkat di handphone. Dan pesan itu pulalah yang melepaskan predikat jonesku. Kini aku sudah menginjak satu bulan masa pacaran, sejauh ini semua berjalan lancar. Namun jauhnya jarak dan tipisnya dompetku menjadi masalah yang agak serius dalam hubunganku kali ini. Bagaimana tidak. Selama satu bulan aku hanya satu kali bertemu dengannya, itu pun saat di kampus. Rindu ini bagaikan bom waktu yang siap meledak bilamana tak tertahan lagi. Aku selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik kepada dia. Aku menjanjikan  satu pertemuan dengannya di sebuah mall di kawasan Tangerang. Dan aku berjanji itu akan terjadi, dia hanya perlu bersabar untuk itu. Dan aku senang dia mau bersabar. Satu hal yang aku ingin dia tahu. Aku sangat mencintai dia. Bukan seperti Romeo mencintai Juliet atau Jani yang sangat mencintai Radit. Aku mencintai dia seperti Loike mencintai Yohana.

Untuk kamu yang aku cintai. Yohana Natasia Simanjuntak. I love you.
Loike Tenggara
19.24


Komentar

Postingan Populer