ARTIKEL ANARKISME
Mikhail
Bakunin
Gerakan
anarkis mempunyai banyak figur-figur yang menjadi terkenal karena
tindakan-tindakan, ide-ide dan tulisan-tulisan mereka. Mungkin figur anarkis
yang paling terkenal adalah Mikhail Bakunin.
Kaum
anarkis tidak memiliki pemimpin-pemimpin agung maupun nabi-nabi. Bagi kami,
tidak seorang pun yang luput dari kesalahan dan tidak ada seorang pun yang
tidak boleh dikritisi. Bagi kami, orang yang tidak pernah melakukan kesalahan
adalah antara (a) bukan manusia, atau (b) tidak pernah melakukan apapun. Tetapi
kami selalu siap mencontoh inspirasi yang dihasilkan dari tindakan-tindakan dan
ide-ide tanpa terperangkap ke dalam lubang pemujaan.
Langkah pertama menuju kebebasan
Lahir
pada tahun 1814 di Rusia, Bakunin dengan cepat menumbuhkan rasa kebencian
kepada ketidakadilan. Di umur 21, setelah beberapa tahun mengabdi kepada negara
sebagai seorang tentara, Bakunin mengundurkan diri dari kemiliteran dan mulai
bergaul di dalam kelompok-kelompok demokratis.
Sembilan
tahun kemudian, Bakunin bertemu dengan orang-orang radikal seperti Proudhon dan
Marx di Paris. Pada saat itu, Bakunin sudah mulai memformulasikan teori tentang
kebebasan yang diraih oleh pergerakan kebangkitan rakyat, yang berhubungan
dengan revolusi sebuah bangsa.
Kampanye-kampanye
Bakunin tentang demokrasi dan anti-kolonialisme membuat dia dimusuhi oleh
kalangan monarki Eropa.
Pada
tahun 1848, Bakunin diusir dari Prancis karena memberikan pidato dukungan untuk
kemerdekaan Polandia. Gairah Bakunin untuk kebebasan dan persamaan, juga kritik
kerasnya atas hak-hak istimewa dan ketidakadilan membuat dia menjadi salah satu
tokoh paling berpengaruh di kalangan radikal pada jaman itu.
Pada
tahun berikutnya, Bakunin pergi ke Dresden, tempat di mana dia memainkan peran
penting dalam peristiwa kebangkitan Mei. Keterlibatannya ini membuat dia
ditangkap dan diganjar dengan hukuman mati. Monarki Austria juga menginginkan
kepala Bakunin, sehingga dia diekstradisi dan kembali diberikan hukuman mati.
Tapi sebelum Bakunin sempat digantung, Rusia meminta agar dia diekstradisi.
Setelah itu, Bakunin menghabiskan 6 tahun hidupnya di dalam penjara, tanpa
proses pengadilan, di dalam benteng Peter and Paul. Setelah Bakunin bebas dari
penjara, ia kemudian diasingkan di Siberia.
Kabur
Dari Siberia
Pada
tahun 1861, Bakunin secara dramatis berhasil kabur dari Siberia dan kembali
Eropa dengan menempuh jalur Jepang, terusan Panama dan San Francisco. Tiga
tahun berikutnya, Bakunin memfokuskan perjuangannya untuk kemerdekaan Polandia.
Lalu Bakunin mulai memikirkan kembali pemikiran-pemikirannya. Apakah sebuah
negara yang merdeka benar-benar bisa menjamin kebebasan bagi para kaum
pekerjanya? Pemikiran inilah yang mengubah Bakunin dari seorang nasionalis
menjadi seorang anarkis.
Pada
tahun 1868, Bakunin bergabung dengan International Working Men’s Association,
singkatnya dikenal sebagai First International, sebuah federasi para radikal
dan serikat-serikat buruh di negara-negara Eropa. Dengan cepat,
pemikiran-pemikiran anarkis Bakunin berkembang dan dia menjadi salah satu figur
pemikir yang terkenal dikalangan anarkis. Walaupun Bakunin menyetujui sebagian
besar teori-teori ekonomi dari Marx, dia menolak pemikiran-pemikiran politik
yang otoriter dari Marx, dan oleh karena itu di dalam International terjadi
perpecahan antara kubu anarkis dan Marxis.
Marx
berpendapat bahwa masyarakat sosialis bisa diwujudkan dengan mengambil alih
negara, sedangkan Bakunin berpendapat bahwa negara harus dihilangkan dan
sebagai penggantinya akan diciptakan sebuah masyarakat baru yang berdasarkan
federasi-federasi dan kaum pekerja yang bebas. Ide Bakunin kemudian menjadi
patokan kebijakan para anggota International di Italia dan Spanyol, dan juga
berhasil menjadi populer di Swiss, Belgia dan Prancis. Setelah gagal
mengalahkan argumen-argumen dari anarkisme, para pengikut Marx lalu melakukan
kampanye hitam terhadap Bakunin.
Lahirnya
Sebuah Gerakan
Sebuah
komite dibuat untuk menyelidiki kebenaran kampanye hitam terhadap Bakunin dan,
berdasarkan keputusan mayoritas, Bakunin diputuskan bersalah dan diharuskan
keluar dari International. Utusan dari Swiss meminta agar diadakan kongres
lebih jauh dan akhirnya berhasil membuktikan bahwa segala tuduhan kepada
Bakunin ternyata palsu. Sebuah konferensi lainnya juga membela Bakunin dan
malahan mengadopsi konsep anarkis yang menolak segala otoritas yang hanya
dimiliki dan dijalankan segelintir minoritas.
Setelah
kalah, Marx dan para pengikutnya memindahkan majelis umum International ke New
York, di mana gerakan itu semakin lama semakin memudar. Pemikiran-pemikiran
yang dikembangkan Bakunin dalam dekade terakhir hidupnya terus berkembang dan
menjadi dasar bagi gerakan-gerakan anarkis modern. Setelah berjuang terus
sepanjang hidupnya, Bakunin meninggal dunia di Swiss pada tanggal 1 Juli 1876.
Warisan
Bakunin sangatlah besar. Walaupun dia telah menulis banyak manifesto, artikel
dan buku, dia tidak pernah berhasil membuat sebuah karya tunggal yang besar
karena perjuangannya.
Sebagian
besar hidupnya dia habiskan sebagai aktivis. Sering Bakunin berhenti menulis
untuk beberapa lama untuk berperan langsung dalam sebuah aksi pergerakan,
pemogokan dan pemberontakan. Apa yang menjadi warisan abadi dari dia adalah
butiran-butiran pemikirannya yang tersebar dalam banyak fragmen. Tulisan-tulisan
dia selalu menjadi acuan yang relevan sampai kapanpun juga.
Bahaya
Kediktatoran
Bakunin
memahami bahwa pemikiran-pemikiran dan kaum intelektual mempunyai peranan yang
sangat penting di dalam sebuah revolusi, yaitu untuk mendidik dan
mengartikulasikan kepada orang-orang mengenai kebutuhan dan keinginan mereka.
Tapi pada saat yang bersamaan, Bakunin juga mengeluarkan sebuah peringatan.
Bakunin memperingatkan para intelektual untuk tidak tergoda mengambil alih
kekuasaan dan menciptakan kediktatoran proletariat. Pemikiran bahwa sekelompok
kecil orang, sebagus apapun niat mereka, bisa melakukan kudeta demi kepentingan
mayoritas orang adalah penghinaan terhadap akal sehat. Jauh sebelum Revolusi
Rusia terjadi, Bakunin telah memperingatkan kemungkinan munculnya kelas
intelektual dan semi-intelektual baru yang mempunyai keinginan untuk
menggantikan peran para tuan tanah dan kaum kapitalis dan pada akhirnya
menghalangi rakyat dari kebebasan.
Pada
tahun 1873, Bakunin berhasil meramalkan dengan akurasi tinggi bahwa;
“kediktatoran
proletariat Marxis akan memusatkan kekuasaan pemerintah di tangan yang kuat dan
membagi masyarakat dalam dua golongan besar – industri dan agrikultur – yang
akan berada di bawah perintah langsung aparatur-aparatur negara yang terdiri
dari kelas intelektual dan politik yang memiliki hak istimewa,”
Bakunin
memahami bahwa esensi sebuah pemerintahan adalah tirani minoritas. Dengan itu,
“kekuatan politik” yang berarti konsentrasi otoritas pada segelintir elit harus
dimusnahkan. Bakunin berpendapat harus ada sebuah “revolusi sosial” yang akan
mengubah hubungan di dalam masyarakat dan menempatkan otoritas di tangan rakyat
melalui federasi-federasi dan organisasi-organisasi milik mereka sendiri.
“Penghapusan
kekuatan politik, baik secara prinsip dan praktis, harus dimusnahkan
sepenuhnya, karena selama kekuatan politik ada, akan selalu ada penguasa dan
yang dikuasai, majikan dan budak, para pengeksploitasi dan yang dieksploitasi,”
Sekarang,
siapa yang akan berani berkata bahwa Bakunin dulu salah?
Quote
Bakunin :
“Saya bukanlah seorang komunis karena komunisme mempersatukan
masyarakat dalam negara dan terserap di dalamnya; karena komunisme akan
mengakibatkan konsentrasi kekayaan dalam negara, sedangkan saya ingin
memusnahkan negara - pemusnahan semua prinsip otoritas dan kenegaraan, yang
dalam kemunafikannya ingin membuat manusia bermoral dan berbudaya, tetapi yang
sampai sekarang selalu memperbudak, mengeksploitasi dan menghancurkan mereka.”
Komentar
Posting Komentar