Salvia : “Kamu tau aku ini untuk siapa ?”
Part 1 “Kamu tau aku ini untuk siapa ?” Kalimat itu keluar dari bibir tipis nan merah milik Salvia saat bercermin di kamarnya yang temaram oleh pendar lampu lampion, bayangan dalam cermin itu pun hanya diam seraya diamnya pula Salvia, jelas sebuah percakapan yang sia-sia. Kalud bertanya memikirkan untuk siapa kiranya hati Salvia mesti singgah, pertanyaan itu menggelayut dalam kepala Salvia sejak semalam. “Kamu tau, Raizel semalam menciumku sedangkan Banyu terus membuatku rindu.” Kembali Salvia seolah meyakinkan diri jika bayangan dalam cermin adalah teman yang paling bisa ia ajak bicara, namun kembali hanya diam yang ia dapati serta sunyi yang memeluknya erat. Salvia putus asa, ia menyadari berdialog dengan bayangannya sendiri adalah sebuah kesia-siaan. *** Raizel asik menabuhkan drumnya, rambutnya yang berantakan serta lugas tangan yang seolah menari kesana kemari seperti punya magis tersendiri yang mampu menghipnotis wanita manapun yang melihatnya, sedangkan...